ceritaceritaku

my stories... my dreams... my imaginations....

Daisypath Ticker

Wednesday, December 13, 2006

[Movie Review] The Stepford Wives

Photobucket - Video and Image Hosting


Menurut gue, ini termasuk film komedi tapi berakhir dengan tragis.

Jadi, tersebutlah Joana (Nicole Kidman), wanita karir yang sukses besar di industri pertelevisian. Acara-acara yang dia buat selalu sukses di pasaran. Tapi, dia malah ‘tersandung’ di acara reality show terbarunya. Dan terpaksalah Joana dipecat. Joana pun stress berat.

Suami Joana, Walter (Mathew Broderick) mengajak keluarganya pindah ke daerah Stepford. Alasannya biar Joana dapat suasana baru.

Photobucket - Video and Image Hosting


Tapi, tempat ini ternyata aneh banget. Perempuan-perempuannya berdandan seragam, rambut pirang, panjang, baju kaya’ Barbie, cara senyum mereka sama, cara bicara. ‘Dikomandanin’ sama Claire (Glenn Close), para ibu-ibu Barbie ini ‘dituntut’ untuk selalu melayani suami mereka. Sementara suami-suami mereka, berkumpul di sebuah Club House. Di sana mereka hanyak main bilyar, ngobrol dan terkadang ‘merendahkan’ istri mereka.

Joana berusaha menyesuaikan diri dengan keanehan itu. Tapi, makin lama, Joana curiga, terutama ketika ada pesta rakyat, salah seorang istri, tiba-tiba berputar-putar tanpa kendali, tau-tau dia jatuh dan ‘pingsan’, tapi menurut Joana, perempuan itu mengeluarkan asap dari telinganya.

Photobucket - Video and Image Hosting


Mulailah Joana, sama dua temennya yang juga merasakan kejanggalan, Bobby (Bette Midler) – seorang penulis, dan Roger (Roger Bannister – yang ngejer-ngejer Bree di Desperate Housewives) – yang gay, nekat mengendap-endap ke dalam club house.

Setiap hari berada di club house, Walter mulai ‘teracuni’ dan bertekad untuk juga mengubah istrinya jadi penurut. Suatu hari, Joana berhasil menemukan penyebab kenapa perempuan-perempuan itu terlihat seragam. Dan, Joana menyusul Walter ke club house untuk mengajak dia segera ‘cabut’ dari Stepford.

Tapi, sampai di sana, malah Joana ‘dipaksa’ untuk berubah, dipaksa untuk jadi seperti perempuan-perempuan lain di Steford. Ternyata, para pria di Steford gak rela kalo perempuan punya kedudukan yang lebih tinggi dari mereka.

Photobucket - Video and Image Hosting


Sampai akhirnya di sebuah pesta dansa, terungkaplah rahasia yang sebenarnya, semua pria kalang kabut ketika melihat istri mereka ‘normal’ kembali.

Ternyata kesempurnaan gak menjadikan semua jadi lebih baik. Cinta yang berlebihan malah bikin jadi posesif dan cenderung membuat dendam ketika disakiti. Mending jadi manusia yang biasa-biasa aja, yang normal, yang kadang bikin salah, tapi tetap punya hati, daripada jadi sosok yang serba sempurna tapi malah jadi kaya’ robot.

Photobucket - Video and Image Hosting



O ya, film The Stepford Wives ini sebelumnya udah pernah dibuat tahun 1975, dibintangi oleh Katherine Ross sebagai Joana, Peter Masterson sebagai Walter.

Photobucket - Video and Image Hosting


Dan cerita The Stepford Wives sendiri adalah adaptasi dari novel berjudul sama yang ditulis oleh Ira Levin.

1 Comments:

  • At 10:35 PM, Anonymous Anonymous said…

    film ini keren banget...


    apalagi setelah gue nonton malem2...


    ngerelain waktu tidur gue buat nonton film ini..

    padahal nantinya bakal sekola...


    asli...



    gue ngga nyesel setelah nonton film ini...




    cowo selalu menganggap cewe harus di bawahnya..

    padahal cewe bakal tetep menghargai mereka dengan pengertian akan job masing2 istrinya..




    tapi yang buat film ini keren adalah...


    cinta walter ke joanna itu loh...



    dia masih bisa nempatin joanna sebagai istrinya..

    tanpa harus istrinya menjadi seperti robot..



    pokoknya keren abisss,,,,,,

     

Post a Comment

<< Home