ceritaceritaku

my stories... my dreams... my imaginations....

Daisypath Ticker

Friday, January 20, 2006

[Cuma Cerita Pendek] 'Mama' Rio

Suasana di kampus tampak lengang. Memang masih jamnya mahasiswa kuliah. Hanya beberapa orang yang tampak berlalu-lalang di lobby. Parkiran mobil juga masih penuh. Cuaca hari ini lumayan cerah, pas sekali buat kencan menjemput ‘gebetan’ baru.

‘A-ha’ Rio tersenyum, ada satu tempat kosong, menyempil di antara mobil Jeep dan trotoar, tempatnya cukup teduh karena ada pohon besar yang menaungi tempat parkir kosong itu. ‘Untung dapat tempat teduh. Kaya’nya Sheila belum keluar. Sms dulu, ah.’ Lagi-lagi Rio tersenyum, seolah mensyukuri sedikit keberuntungan yang diperolehnya siang itu. Dengan sigap, jemarinya mengetik pesan di telepon genggamnya.

TO: Honey
‘Honey, aku udah nunggu di parkiran.
Kalo udah selesai, sms aku aja,
biar jemput di lobby. ILUSM’

Jam 12 lewat sedikit, sebuah sms masuk,

From: Honey
‘Sayang, aku udah di lobby, nih.’

Segera Rio menyalakan mobilnya. Tadi ia sempat tertidur gara-gara angin sepoi-sepoi yang membuat mengantuk.

Di lobby, Sheila sudah menunggu. Begitu melihat mobil merah Rio, ia langsung tersenyum. Di dalam mobil, Rio tidak kalah manisnya menyambut Sheila, ‘Hai Honey. Gimana kuliahnya?’

Sheila menyahut manja, “Ahhh… kamu basa-basi, deh, sayang. Koq gak tanya tentang aku, sih? Ngomong-ngomong, hari ini kita mau ke mana, Yang?”

‘Yang deket-deket aja, ya. Aku takut nanti mama telpon aku, minta aku pulang cepet. Kita makan Peach aja, yuk. Abis itu aku anter kamu pulang. OK?’

Sheila tampak kesal, “Aku bosen deh, makan di sekitar kampus. Kenapa sih, kamu gak ajak aku ke rumah kamu, biar sekalian ketemu sama mama kamu?”

‘Ke..ke… rumahku, Yang?’ Rio tampak gugup, ‘Eh..eh… lain kali aja deh. Aku harus kasih tau mama dulu, biar mama bisa siap-siap nyambut kamu, Sayang.’ Rio memaksakan diri tersenyum, biar Sheila tidak ngambek lagi.

“Terserah kamu aja, deh.” Sheila membuang pandangannya keluar. Dan diam-diam, Rio menghembuskan napas lega.

Dan benar saja, ketika sedang asyik menikmati nasi goreng, telepon Rio berbunyi, sebuah sms masuk,

From: Ibu-HP
Rio, kamu di mana?
Cepat pulang
Mau arisan di rumah Bu Daryo.


Rio mendesah, jantungnya tiba-tiba berdegup lebih kencang. Buru-buru dibalasnya sms itu.

To: Ibu-HP
Iya, Bu
Saya masih dalam perjalanan pulang


Sheila melirik Rio, dan bertanya, “Sms dari siapa?”

‘Eee..ee… sms dari mama. Mama minta aku pulang, minta diantar ke rumah temannya. Biasa mau arisan.’ Rio langsung melambaikan tangan ke pelayan café, minta bon.

“Lho, aku kan belum selesai makan?” Sheila protes, nasi goreng di piringnya masih ada setengah piring.

‘Duh, gimana ya? Aku buru-buru. Minta bungkus aja, deh.’ Rio mulai tidak sabar, dan memanggil pelayan lagi, ‘Mas, ini nasinya dibungkus aja, deh.’ Lalu beralih lagi ke Sheila, ‘Honey, aku gak bisa antar kamu pulang ya. Kamu pulang sendiri aja, deh, naik taksi.’

“Huh” Sheila langsung berdiri, kemudian berjalan keluar meninggalkan Rio yang masih sibuk dengan urusan bayar-membayar.

‘Sheila… Sheila… tunggu, dong, Honey.’ Rio berusaha mengejar Sheila. Tapi, terlambat, Sheila sudah masuk ke dalam taksi dengan wajah cemberut.

Akhirnya, Rio pun pulang dengan hati yang juga dongkol. Beberapa Sms masuk, kembali menanyakan keberadaannya. Rio membawa mobilnya dengan sedikit kencang.

Sesampainya di rumah, Rio disambut dengan wajah galak seorang perempuan yang sudah siap dengan dandanan a la ibu-ibu pejabat. Rio turun dari mobil dengan wajah sedikit tertunduk.

“Rio, dari mana saja sih kamu? Kenapa saya sms, tidak kamu balas?” perempuan itu membentak Rio.

‘Ma’af, Bu, tadi jalanan macet. Dan saya tadi agak antri di pom bensin. Kita pergi sekarang, Bu?’ Rio menjawab pasrah, wajahnya semakin memelas.

Dan perempuan itu menjawab dengan gusar, “Ya, sekarang, masa’ mau tahun depan!”

Rio tergopoh-gopoh membuka pintu belakang mobil, dan mempersilahkan perempuan itu masuk, ‘Silahkan, Bu’

‘Koq bau parfum perempuan sih?’

Rio diam saja, tak menjawab pertanyaan majikannya. Dan Rio kembali menjalankan tugasnya, sebagai seorang supir, mengantar sang majikan pergi arisan.

26.10.05

4 Comments:

  • At 12:13 AM, Anonymous Anonymous said…

    To: Honey
    'Rio, Just be your self Honey...'

     
  • At 12:13 AM, Anonymous Anonymous said…

    To: Honey
    'Rio, Just be your self Honey...'

     
  • At 1:03 AM, Blogger "emas indri" said…

    kamu lagi seneng bikin ending yg shocking gini yah? hehe
    emang sih ending seperti ini cocok banget buat cerpen(yg bener2 pendek)

    good story....
    dan bikin yg panjangan doong.....
    eh udah nyoba dikirimin ke majalah?? ;)

     
  • At 8:39 PM, Blogger Qolby said…

    ceritanya bagus2 deh....kocak2...hehehe
    Really unpredictable :D

     

Post a Comment

<< Home